Sabtu, 03 September 2011

Nappa Upirasai Peddina Tau Riwelai

hari ini..surya bersinar,,benderang mengantar kepakan sayap pipit pipit yang sedari tadi bercabang ranting di cemara..menatap lembayung yang kian membiru di tahta awan,dan hari ini..adalah waktu tuk menatap langit dan melihat kepedihan itu telah jauh tembus sirat sirat  biru,,semoga...jejakku akan beranjak dan jembangimu sejenak dan mengukir kembali kepingan bayangan yang pernah terajut dalam sulam sulam cerita,sahabat terbaik yang pernah hadir mengisi salutku... akan drama kehidupan yang tersajikan...di bilikmu yang sahaja sederhana,,bertemankan daun daun lanro yang berpucuk rindu dengan hempas angin hilir...ku mengerti banyak yang tak mudah atas ending semua ini..masih terlalu banyak cerita yang belum Action...sampai akhirnya kau menyerah pada dunia..seiring gugurnya daun takdirmu di pohon kehidupan,meninggalkan cerita yang tercampakan dalam debu catatan yang tak akan berukir lagi,dan saat itu sejenak ku tercabik..Nappa Upirasai Peddina Tau Riwelai..sebuah lafas yang  juga yang pernah kau lafaskan di pekan pekan masa sebelumnya,,di saat desahan napasmu masih memburu saat bermain petak umpet dengan si kecilmu..sahabat..yang menjadi inspirasiku tuk menjalani semua rangkaian hari hari,,banyak ukiran cerita hati yang terhati dalam bait bait kata tentang kisahmu bersama pusaka jala dan pukamu,,yang setia temanimu sampai kau berakhir dengan suatu tragedi yang bertajuk sangka yang tak disangka...hari ini...kami akan dapatimu bersama tanah yang mungkin masih merah dan patokan batu nisan yang seadanya,,di permbaringanmu di tanah sompu sompu,,,sahabat hanya hilir doa yang akan kami rajut menjadi tali temali tempatmu berpegang dan bernaung  di tempatmu yang lapang...By Bilik Biru Inspirations***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar